Tampilkan postingan dengan label Sejarah Gunung Bromo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Gunung Bromo. Tampilkan semua postingan
// //

Misteri di Balik Keindahan Gunung Bromo

sejarah bromo, misteri bromo, tips ke bromo

Misteri Gunung Bromo yang Selama Ini Belum Anda Ketahui

Misteri Gunung Bromo - Keindahan gunung bromo tak pernah ada habisnya untuk di explor bagi wisatawan untuk mengunjunginya. Dari satu sisi ke sisi lain tidak akan menutup-nutupi untuk memperlihatkan pesonanya. Obyek wisata ini bagian dari wisata alam yang terletak di Indonesia yang dapat memikat wisatawan lokal maupun mancanegara. Gunung bromo dikenal dengan gunung berapi yang masih aktif, ketinggian mencapai 2300 mdpl, dan di kelilingi oleh kaldera atau hamparan pasir luas yang mencapai 10 hektar persegi. Meski tidak memiliki ketinggian yang terlalu menjulang, Namun umat hindu di kawasan gunung bromo mempercayai sebagai gunung sakral atau suci.

Jika di lihat dari namanya, bromo adalah bahasa jawa yang artinya brahma dengan kesimpulan dewa brahma. Penduduk sekitar mempercayai gunung bromo merupakan tempat berkumpulnya roh leluhur yang telah wafat, bahkan dalam satu tahun sekali, umat hindu tengger tidak pernah melewatkan upacara suci yang di sebut dengan upacara kasada. Upacara tersebut di ritualkan dengan membuang sesajen ke dalam kawah Bromo untuk di persembahkan ke roh nenek moyang mereka. Selain itu, mereka berkumpul di pure yang terletak di kaki gunung bromo dengan membaca mantara yang di pimpin oleh dukun atau kepala suku.

Sejarah Bromo - Pesona gunung bromo bukan hanya sekilas bentuk dan keunikannya saja. Tetapi keindahan yang tidak boleh kita lewatkan adalah menikmati keindahan matahari terbit, Untuk bisa menikmati moment sepesial ini, biasanya wisatawan memuncak di malam hari. Untuk dapat menempuh ke gunung penanjakan, wisatawan di wajibkan menggunakan hartop penduduk sekitar yang memiliki kekuatan super power. Sehubangan dengan itu, rute tempuh menuju gunung penanjakan tersebut sangat ekstrim, dengan perlintasan hamparan pasir luas, dan jalanan menanjak.


Tips Menuju Bromo Agar Aman dan Selamat

Kejadian aneh yang masih menjadi misteri di gunung bromo yang sering terjadi di alami para pengemudi jeep adalah hilangnya arah laju kendaraan di saat melintasi kaldera di gunung bromo, Padahal mereka sudah terbiasa bahkan hampir setiap pagi membawa wisatawan menuju ke gunung penanjakan. Kejadian itu bermula turunnya kabut tebal yang membatasi jarak pandang pengemudi. Di sisi lain, ada yang mengatakan, pengemudi di haruskan membunyikan klakson sebelum masuk area lautan pasir, itu pertanda kita mengucapkan permisi terhadap mahluk goib yang menjaga di sekitar gunung bromo, agar di beri petunjuk dan keselamatan utamanya.

tips ke bromo, sejarah bromo, misteri bromo

Kejadian mistis lain, orang  yang hilang tanpa jejak tanpa suatu alasan yang pasti, atau tiba-tiba ada benda jatuh yang menimpanya sehingga mengakibatkan kematian. Lantaran itu, di sebabkan orang tersebut melakuakan suatu yang tidak pantas atau menyalai aturan yang ada. Bahkan di setiap tempat yang kita singgahi terdapat nilai kesucian, yang harus kita jaga adalah perkataan, prilaku dan niatan. Supaya tidak menimbulkan rasa marah atau terganggu terhadap mahluk goib yang menghuninya. Sekian ulasan yang bisa kami bagikan terhadap Anda semua.

Tips ke Bromo juga kita dapat mengambil hikmah dari kejadian sebelumnya. Dimana ketika kita mengunjungi sebuah objek wisata ada baiknya untuk menjaga sopan santun dan perilaku kita. Hal ini berlaku tidak hanya di Bromo saja tapi juga di tempat lain. Karena sebuah objek wisata tentunya memiliki penunggu yang sudah lama berada di tempat tersebut. Ada baiknya kita mengambil sisi positifnya saja, dengan berperilaku baik kepada lingkungan apa lagi masyarakat sekitar sehingga timbul dampak positif pula seperti menjaga kebersihan dan lain sebagainya. Sebuah aksi positif demi kebersihan tempat wisata menunjukan bahwa wisatawan tersebut peduli terhadap budaya dan wisata yang dimiliki oleh Indonesia yang kaya raya ini.

Artikel Terkait

// //

Potret Kehidupan Sukur Tengger Gunung Bromo

Suku Tengger Bromo adalah sebuah kehidupan masyarakat penduduk lokal asli lahir dan tinggal di lereng sekitar gunung Bromo. Dalam kehidupan sosial mereka sangat mengedepankan rasa guyup rukun, artinya kekompakan antar sesama itu lebih penting ketimbang segalanya. Menjaga dan saling menghargai pendapat itu wajib hukumnya pada kita yang hidup di tanah air Indonesia, demokrasi lebih dikedepankan asalkan tidak melewati batas-batas norma yang berlaku. Saya sendiri heran ketika berkunjung ke wisata Bromo waktu masih mahasiswa, kebetulan bersama teman-teman ingin meninjau lansung pemukiman penduduk disana. Tidak disangka bertemu seorang petani kentang kamipun bertanya ingin mencari penginapan di Bromo, alhamdulillah beliau selaku pemiliknya.

suku tengger gunung bromo, wisata bromo, liburan ke bromo, paket wisata bromo

Keramahan Masyarakat Suku Tengger Bromo

Harga ditawarkan cukup murah, kami sebagai mahasiswa bersyukur sekali bisa menginap walau hanya satu malam. Ketika sampai dipenginapan beliau membikinkan kopi kepada kita, sejak itupun keakraban mulai terwujud. Pada siang hari kebetulan teman-teman ingin melihat warga yang sedang berladang, karena memang mayoritas penduduk suku tengger seorang petani sayur kamipun berniat membantu memanen hasil sayuran pak tani.

Alhamdulillah dari hasil berkebun saya dan teman-teman ikut menikmati hasil panen sayuran untuk di masak bersama sama. Sebuah contoh kecil jarang kita jumpai yang di contohkan oleh golongan masyarakat tengger bromo dalam lingkup sosial. Kita dapat mentelaah sebagai momentum liburan ke Bromo alhasil bisa kita terapkan kepada lingkungan sekitar rumah, bagaimana sekecil apapun itu dan dalam bentuk bagaimanapun kalau dilakukan secara bersama akan mewujudakan rasa syukur lebih manfaat bagi semua lapisan.

Ciri Khas Penduduk Suku Tengger Bromo

Ada keunikan tersendiri yang dimiliki oleh suku tengger bromo, dalam segi berpakaian mereka cenderung memakai sarung di kalungkan ke leher walaupun saat bepergian ke kota tetap sebagai ciri khas suku tengger sendiri. Intinya budaya tetap melekat pada kesadaran masing- masing, tidak ingin budaya lain masuk dan mempengaruhi mereka. Disitu hebatnya cendurung wisatawan asing merasa ada perbedaan suku budaya yang kental selain keindahan alam gunung Bromo.

Wilayah suku tengger Bromo meliputi 3 Kabupaten diantaranya terletak di beberapa Desa Kecamatan Sukapura Kab. Probolinggo, Kecamatan Tosari Kab. Pasuruan dan Kecamatan Senduro Kab. Lumajang. Pada satu sisi agama yang di anut yaitu mayoritas Hindu, keturunan nenek moyang masih terjaga hingga detik ini. Ini terbukti pada saat hari tertentu mengadakan ritual adat contoh upacara Kasada, hari raya Karo dll.

Seperti itulah potret kehidupan daerah suku tengger lereng gunung bromo, tidak lain pengguna jasa paket wisata Bromo menginginkan jadwal tour pada moment tertentu di Bromo. Menurut wisatawan kejadian seperti ini merupakan hal langka untuk patut kita lestarikan sejarah dan di menjaga kearifan lokalnya. Kepunahan bisa saja terjadi dari pribadi manusia kian tidak peduli dengan warisan budaya yang diberikan oleh nenek moyang kita terdahulu.
// //

Jadwal Upacara Kasada di Gunung Bromo 2016

Upacara Kasada di Bromo merupakan ritual adat tahunan yang diselenggarakan tepatnya di pura luhur poten. Ada dua lokasi sebagai tempat yang di percaya oleh masyarakat suku tengger yaitu di kawah bromo dan pura luhur poten. Adapun acara yang pertama dimulai dipure tempat upacara berlangsung, dipimpin oleh ketua suku adat setempat. Acara kedua pembuangan sesaji ke kawah, sambil berjalan kaki penduduk suku tengger berbondong bondong membawa hasil panen yang mereka peroleh. Konon kepercayaan masyarakat tengger apabila melemparkan hasil bumi yang mereka peroleh hasilnya akan bertambah, namun jika tidak jangan harap tahun depan mendapatkan panen melimpah.

upacara kasodo di gunung bromo, paket wisata bromo

Kapan Upacara Kasada di Bromo di Selenggarakan ?
Pasti anda bingung dengan jadwal acara ritual tahunan ini, sambil melihat upacara kasada ditengah malam anda akan tahu secara langsung prosesi acaranya. Suatu ritual langka terjadi di dunia hanya ada di gunung Bromo, membuat penasaran orang-orang yang ingin menyaksikan acara tersebut. Secara simbolis memang mirip dengan ritual yang terjadi di Bali, akan tetapi tidak sama proses pelaksanaan maupun dalam segi sesajen. Yang mirip disini adalah baju yang di kenakan oleh pemuka adat suku tengger.

Kasada di Bromo dilaksanakan pada tanggal 20 juli sampai 21 juli 2016, selama 2 malam penduduk tengger melakukan upacara yang diselenggaran setiap tahunnya. Persiapan dalam segala hal sudah lama di rencanakan, biasanya terjadi musyawarah antara kepala desa dengan ketua adat tengger. Dalam sejarah Bromo memang sudah lama ritual kasada berlangsung secara turun temurun mulai dari nenek moyang mereka dulu sampai sekarang. Anda penasaran ingin mengunjungi acara tersebut? simak artikel di bawah ini.

Bromo tour kasada 3 hari 2 malamPaket Wisata Bromo Kasada 2016 - 2017
Paket wisata Bromo edisi upacara kasada selama 3 hari 2 malam, penginapan berupa hotel atau homestay kami siapkan untuk anda. Demi mendapatkan suatu momen tahunan wisata Bromo spesial kasada, kami akan membantu anda sepenuhnya. Begitulah potret gambar tepat di tengah malam apabila di lihat dari sebelah hotel Bromo permai. Siapa yang tidak tertarik akan pemandangan begitu menakjubkan, walaupun udara dingin menembus jaket kita seakan tidak terasa oleh ramainya pengunjung wisata gunung Bromo ketika upacara kasada berlangsung.

Paket wisata Bromo ketika kasada juga akan mengunjungi titik terbaik pesona Bromo seperti melihat sunrise di penanjakan 1, kawah Bromo, bukit teletubbies dan pasir berbisik. Pesan segera paket tour dengan durasi 3 hari 2 malam ini sebelum kehabisan akomodasi hotel di dekat gunung Bromo. Artikel wisata dibawah ini barang kali bisa mendominasi rencana liburan anda semua silahkan klick link nya.

// //

Pura Luhur Poten Gunung Bromo, Tempat Semedi Suku Tengger

pure di gunung bromo, wisata bromoPura Luhur Poten Gunung Bromo berada di tengah tengah hamparan lautan pasir yang mempunyai luas 5.250 hektar di ketinggian 2392 m dpl. Pura Luhur Poten sendiri dijadikan tempat peribadatan penduduk tengger, yang mayoritas disana  beragama Hindu. Hari raya umat Hindu dan acara sakral hari besar seperti kasada bromo juga di laksanakan di pura dimana dipercaya sebagai tempat beristananya Dewa Brahma. Pura luhur poten mempunyai tiga kategori mandala yaitu
1. Mandala Utama yaitu tempat di dalamnya terdapat padma (tempat pemujaan)
2.Mandala Madya berada di tengah digunakan tempat persiapan pengiringan upacara adat suku tengger
3.Mandala Nista yaitu tempat peralihan dari luar ke dalam pura
Setiap zona atau mandala bangunan masih kental dengan budaya Jawa dan Bali, hal ini dapat kita lihat dari pintu depan maupun corak arsitekturnya.

Wisata Gunung Bromo itu uniknya disini, mempunyai pura luhur poten disampingnya menjulang tinggi gunung batok. Dikelilingi oleh bukit dan lautan pasir jarak pandang apabila dari kejauhan nanpak seperti menara mini. Di depan pura luhur poten langsung berhadapan oleh kawah bromo, tidak terlalu dekat memang tetapi semua itu mempunyai makna yang mistis. Penduduk lereng gunung bromo percaya keberadaan pure luhur poten akan mendapatkan berkah. Dijadikan tempat persembahyangan yang diyakini akan menghadirkan Sang Hyang Widhi Wasa sebagai sang pencipta.

Objek wisata bromo kaya akan budaya, disini kita bisa menyimpulkan berdirinya pura luhur poten di bromo sebagai tanda Indonesia memiliki beribu macam suku dan budaya. Berbagai negara di luar negeri mempercayai Indonesia menjadi negara yang agraris, masyarakat yang penuh kesopanan adat ketimuran dan memegang teguh budaya yang di warisi oleh nenek moyang mereka. Pengukuhan ini membuat masyarakat suku tengger khususnya di gunung bromo menjadi percaya diri dan akan melestarikan untuk anak cucu mereka.

Standing applausse mendengar tentang kepedulian dan kerukunan penduduk di lereng gunung bromo, karena saat ini jarang sekali kita mendengar masyarakat yang masih peduli terhadap sejarah keberadaan suatu tempat dimana disitu mempunyai makna lebih. Seperti bangunan pura luhur poten di bromo yang sampai saat ini masih terawat dan berdiri kokoh di tengah lautan pasir gunung bromo.
// //

Kasada di Bromo, Ritual Adat Budaya Suku Tengger Bromo

Kasada di Gunung Bromo - Upacara adat suku tengger Bromo adalah bagian dari ritual tahunan yang dilaksananakan di kawah Bromo. Berbeda dengan hari raya karo yang berada dalam lingkup rumah ke rumah. Yadnya Kasada di Bromo ini dilaksanakan pada hari ke 14 bulan Kasada, yaitu khusus kalender Hindu. Biasanya pada pertengahan bulan Agustus, Ritual Kasodo atau Kasada di Bromo dilaksanakan dengan di pimpin oleh ketua adat atau sesepuh suku tengger.

kasada gunung bromoFungsinya apa ce upacara kasada di bromo itu?
Setiap agama pasti mempunyai kepercayaan yang berbeda beda antara agama satu dengan agama lainnya, di Indonesia punya 6 agama yang di anut. Di bromo atau di sebut juga suku tengger  kebanyakan masyarakatnya menganut agama Hindu. Menurut masyarakat suku tengger ini Upacara Kasada merupakan ritual terpenting pada setiap tahunnya. Tidak ada satupun di bromo yang berani melawan adat istiadat yang di warisi oleh nenek moyang mereka dulu, karena masyarakat tengger percaya akan mendapat balasan dari Sang Hiyang Widhi.

Tempat Upacara Kasada dilaksanakan di Pura Luhur Poten  pada waktu tengah malam, tepatnya jam 00.00 WIB. Setelah selesai melakukan ritual yang di pimpin oleh ketua adat suku tengger, mereka beriringan berjalan menuju ke kawah bromo. Dengan berjalan kaki sejauh 1 km, dan membawa sesajen dan hasil bercocok tanam dan ternak. Mereka percaya dengan membawa hasil bumi dari hasilnya selama satu tahun, akan mendapatkan hasil bumi yang melimpah.

Perayaan upacara adat kasada di bromo banyak mendatangkan para turis mancanegara, karena ritual ini dibilang hanya terjadi di Gunung Bromo. Pada bulan agustus juga bertepatan hari liburan, wisatawan yang datang selain melihat keindahan wisata di bromo juga dapat menyaksikan tradisi upacara Kasada Bromo. Itulah pentingnya menjaga budaya dan tradisi sejarah dari nenek moyang kita demi menjadikan negara yang kaya akan adat istiadat.
// //

Sejarah Gunung Bromo dan Legenda Asal Usul Cerita Suku Tengger


Sejarah Gunung Bromo dan Legenda Asal Usul Cerita Suku TenggerSejarah Gunung Bromo dan Legenda Asal Usul Cerita Suku Tengger, Gunung Bromo terletak di kawasan taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) tepatnya di Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang Jawa Timur. Kenapa disebut Bromo? Bromo sendiri berasal dari kata sansekerta yang artinya Brahma. Sedangkan Brahma itu adalah sebutan nama Dewa agung nan suci yang beragama Hindu dan karena kebiasaan logat bahasa jawanya yang kental sampai sekarang terkenal dengan sebutan Gunung Bromo. 
Sedangkan Legenda Asal Usul Cerita Suku Tengger adalah suku yang tinggal di lereng pegunungan tepatnya di Gunung Bromo dan Semeru. Konon pada jaman dahulu kala keberadaan adat suku tengger dikaitkan dengan kerajaan Majapahit yang pernah berkuasa pada periode tahun 1293 masehi hingga abad ke 6. Asal usul nama Tengger diambil dari nama sepasang suami istri yang bernama Roro Anteng (teng) dan Joko Seger (ger) yang digabungkan menjadi Tengger sampai sekarang terkenal dengan Suku Tengger

Sebelum Roro Anteng dinikahi Joko Seger, banyak laki laki yang naksir akan kecantikan wajahnya yang sangat alami laksana dewi, salah satunya kyai Bhima. Akhirnya kyai Bhima mempunyai niat untuk melamar Roro Anteng yang saat itu mempunyai rasa pada Joko Seger, Roro anteng tidak bisa menolak lamaran kyai Bhima begitu saja. Ada syarat tertentu yang diberikan kapada kyai Bhima untuk bisa melamar Roro anteng yaitu dengan membuatkan lautan diatas gunung yang harus diselesaikan dalam waktu satu malam. Akhirnya kyai Bhima menyanggupinya dan berusaha untuk membuat lautan dengan tempurung bathok, untuk mendapatkan air kyai Bhima berusaha membuat sumur raksasa yang saat ini menjadi kawah Bromo. 

Roro Anteng merasa cemas dengan kesaktian kyai Bhima yang akan menyelesaikan pekerjaannya semalam, akhirnya Roro Anteng mengelabuhi kyai Bhima dengan menumbuk jagung dengan keras seolah fajar telah muncul, mendengar tumbukan itu ayam ayam mulai banyak yang berkokok. Akhirnya kyai Bhima terkejut merasa jengkel menendang temburung yang terbuat dari bathok tadi hingga sekarang menjadi gunung bathok. Karena syaratnya tidak berhasil Roro Anteng akhirnya menikah dengan Joko Seger.

Pernikahan mereka yang sudah lama masih belum dikaruniai anak, akhirnya mereka bersemedi dan memohon kepada dewa berharap supaya dikaruniai anak. Di dalam semedi nya mereka mendengar suara jika kelak sudah mempunyai anak, harus merelakan anak bungsunya untuk dikorbankan ke kawah bromo. Mereka dikaruniai anak 25, dan yang bungsu bernama Dewa Kusuma dikorbankan ke kawah bromo sebagai tanda pengabdian memenuhi janjinya. Sebelum dikorbankan Dewa kusuma berpesan agar supaya setiap tahunnya nanti anak cucunya menaruh sesaji agar supaya tidak ada korban lagi. Pesan tersebut dilaksanakan sampai saat ini setiap tahunnya oleh Suku Tengger yang diberi nama Kasada.

Sejarah Gunung Bromo dan legenda asal usul cerita suku tengger, masyrakat disana terkenal dengan kerukunannya jarang terjadi perselisihan dan permusuhan antar sesama. Semua ini dilakukan karena masyarakat suku tengger mempunyai kepercayaan dan prinsip perpedoman kepada nenek moyeng mereka. Dari nilai nilai positif pedoman suku tengger ini bisa kita adopsi ke kehidupan kita sehari hari agar supaya tercipta hubungan sosial yang harmonis antar sesama. 
Indonesia kaya akan budaya, dengan mempelajari suku dan budaya suku Tengger maupun suku lain akan memberikan banyak nilai positif terhadap diri kita. Selain kearifan lokal, pengetahuan dan wasasan kita pun semakin luas. kebanyakan orang berkunjung ke Objek Wisata Bromo hanya menikmati keindahan panorama alamnya saja, Sejarah Gunung Bromo dan legenda asal usul cerita suku tengger menjadi tidak begitu penting. Padahal tempat wisata alam tidak dapat dipisahkan dari legenda dan budaya daerah lokasi wisata tersebut berada. Mari kita menjaga peninggalan sejarah dari nenek moyang kita, berwisata yang tidak hanya menikmati keindahan alamnya saja tetapi juga mempelajari kearifan lokalnya dan menjaga kelestarianya.